Because of Snowisty

Minggu, 17 November 2013

hai hai! aku mau mempersembahkan cerbung tentang RIO-IFY nih! nanti aku cicil satu persatu post-nya ya ^^

IFY POV
“Meeaaw….”
Suara kucing, pikirku. Segera aku melihat keluar jendela kamarku. Hujan lebat, kulirik sebelah kanan, tidak ada ! sebelah kiri, tidak ada ! ‘meaaw’ terdengar lagi! Mungkin… dibawah ! Benar dugaanku seekor kucing Persia yang memiliki warna bulu putih seputih salju dan mata kecokelatan sedang meringkuk kedinginan. “aaah… malang benar nasib kucing ini.” gumamku ,langsung ku angkat hewan lucu ini kekamarku.
          “Bibi …! Tolong ambilkan aku handuk kecil !” pintaku pada Bi Iyem. Tak lama kemudian Bi Iyem datang kekamarku membawakan sehelai handuk.
“Ini Non. Dari mana dapat kucing ini Non?” tanya Bi Iyem kaget.
 “Tadi aku melihatnya didepan jendela kamarku. Aku akan merawatnya sampai pemilik kucing ini datang” jawab ku sambil mengeringkan tubuh kucing ini.
“Oh begitu, ya udah. Bibi mau kedapur dulu ya Non” pamit Bi Iyem.
Aku hanya mengangguk. Kucing ini terlihat nyaman dipelukanku. Saat aku mengeringkan bagian lehernya, aku tertegun. Aku melihat seuntai kalung melingkar di leher kucing itu. Ada nama pengenalnya! S-N-O-W-I-S-T-Y SNOWISTY! Cocok dengan bulunya yang seputih salju, mata hitam bulat bening. Dalam dekapanku, kucing yang bernama Snowisty itu tertidur pulas. Aku pun tertidur sambil memeluknya.
***
Kicau burung terdengar merdu di gendang telinga. Bulir-bulir embun berjatuhan dari helai daun. Sinar mentari pagi menembus jendela kamarku, seakan ingin memberikan kehangatan dalam hawa dingin pagi. Aku membuka mata perlahan, berat rasanya. Snowisty masih tertidur pulas. Aku tersenyum simpul. Aku beranjak dari tempat tidurku, mandi dan bergegas sarapan. Sambil menggendong Snowisty yang sudah terbangun, aku menuruni anak tangga, memakai seragam SMA Blinta Pusaka, sekolahku.
“Pagi Ify sayang. Itu kucing siapa?” sapa mama. Ia kaget melihatku membawa seekor kucing yang nampak asing di rumahku ini.
“Pagi Ma… Kemarin malam aku nemuin kucing ini tersesat. Trus aku ambil aja. Nanti juga sang pemilik bakalan jemput Snowisty” jawabku sambil duduk di kursi. Snowisty tetap berada di pangkuanku.
“Snowisty namanya? Udah dikasi makan?” tanya mama.
“Iyap, ada nama dikalungnya. Belum ma.”
“Bi… Ambilkan susu dan cereal buat kucing ini ya” mama memanggil Bi Iyem.
“ Ayo, berangkat ma. Udah siang nih…” Aku berdiri dan meletakkan Snowisty di kursi.
*skip*
          Setelah 20 menit dalam perjalanan. Akhirnya gerbang SMA BP sudah ada dihadapanku. Aku mencium punggung tangan mama dan melesat masuk sekolah. Di koridor sekolah, banyak sapaan dari kaum adam. “Pagi Ify…” “Ify makin cantik aja nih…” dan sebagainya. Aku hanya bisa tersenyum ramah menanggapi sapaan mereka.
Author POV
“IFYYYYYY!!!!” Shilla,Via, dan Agni kompak menyapa Ify ketika sudah berada di kelas XI IPA-3 dengan suara lantang mereka.
“Apaan sih? Suara kalian udah mirip toa tau gak” Ify terkekeh.
“Ada hot news soalnya Fy!” celetuk Agni
“Iya, masih hangat, actual, dan terpercaya!” timpal Via sambil melirik Shilla.
“Apaan sih? Cepetan kasi tau gue! Penasaran nih!” Ify penasaran setengah mampus.
“Ada yang baru jadian nih!” Agni melirik teman sebangkunya, Shilla. Nampak semburat merah menghiasi pipinya.
“Lo jadian sama Kak Iel, Shill?” Ify terlonjak kaget.
“Iya,hehe” nampak Shilla semakin dibuat malu.
“Ada couple ada PJ dong!!!” ucap Via bersemangat.
“Eh, udah dulu. Ada Bu Mei nih!” Ify hanya tersenyum melihat salah satu sahabatku yang merah kayak kepiting rebus.
@Kantin
Ify, Via, Shilla, dan Agni memasuki mulut kantin SMA BP yang telah dihuni banyak siswa.
“Eh, kita duduk deket kak Iel aja yuk” ucap Shilla.
“Ciiieeeeeee….” Ify, Via, dan Agni kompak menggoda Shilla. Nampak pipinya memerah lagi. Sesampainya kami di bangku yang tengah dihuni C.R.A.G (Cakka, Rio, Alvin, Gabriel alias Iel)
“Eh Yel, pacar lo datang tuh” ucap Rio sambil menyenggol siku Iel.
“Shilla..sini duduk disamping aku” Iel menepuk bangku disampingnya pertanda mempersilahkan Shilla duduk. Ify duduk disamping Shilla. Agni duduk didepan Cakka sedangkan Via duduk di depan Alvin. Rico? Dia duduk di samping Alvin.
“Kak Yel, minta PJ dong” Ify memelas.
“Masing-masing 5ribu aja ya” Shilla terkekeh.
“Gak asyik lo” timpal Agni.
“Khusus buat Agni biar bang Cakka yang traktir” Cakka pun mengeluarkan gombalannya, Agni hanya mendelik.
“Iyaiya, pesen deh apa yang kalian mau. Nanti gue yang bayar” Iel akhirnya menyetujui.

“YES” serempak C.R.A dan SIVA girang.

*to be continued