hai hai! aku mau mempersembahkan cerbung tentang RIO-IFY nih! nanti aku cicil satu persatu post-nya ya ^^
IFY
POV
“Meeaaw….”
Suara kucing, pikirku.
Segera aku melihat keluar jendela kamarku. Hujan lebat, kulirik sebelah kanan,
tidak ada ! sebelah kiri, tidak ada ! ‘meaaw’ terdengar lagi! Mungkin… dibawah
! Benar dugaanku seekor kucing Persia yang memiliki warna bulu putih seputih
salju dan mata kecokelatan sedang meringkuk kedinginan. “aaah… malang benar
nasib kucing ini.” gumamku ,langsung ku angkat hewan lucu ini kekamarku.
“Bibi …! Tolong ambilkan aku handuk kecil !” pintaku pada Bi Iyem. Tak lama kemudian Bi Iyem datang kekamarku membawakan sehelai handuk.
“Bibi …! Tolong ambilkan aku handuk kecil !” pintaku pada Bi Iyem. Tak lama kemudian Bi Iyem datang kekamarku membawakan sehelai handuk.
“Ini Non. Dari mana
dapat kucing ini Non?” tanya Bi Iyem kaget.
“Tadi aku melihatnya didepan jendela kamarku.
Aku akan merawatnya sampai pemilik kucing ini datang” jawab ku sambil
mengeringkan tubuh kucing ini.
“Oh begitu, ya udah.
Bibi mau kedapur dulu ya Non” pamit Bi Iyem.
Aku hanya mengangguk.
Kucing ini terlihat nyaman dipelukanku. Saat aku mengeringkan bagian lehernya,
aku tertegun. Aku melihat seuntai kalung melingkar di leher kucing itu. Ada
nama pengenalnya! S-N-O-W-I-S-T-Y SNOWISTY! Cocok dengan bulunya yang seputih
salju, mata hitam bulat bening. Dalam dekapanku, kucing yang bernama Snowisty
itu tertidur pulas. Aku pun tertidur sambil memeluknya.
***
Kicau burung terdengar
merdu di gendang telinga. Bulir-bulir embun berjatuhan dari helai daun. Sinar
mentari pagi menembus jendela kamarku, seakan ingin memberikan kehangatan dalam
hawa dingin pagi. Aku membuka mata perlahan, berat rasanya. Snowisty masih
tertidur pulas. Aku tersenyum simpul. Aku beranjak dari tempat tidurku, mandi
dan bergegas sarapan. Sambil menggendong Snowisty yang sudah terbangun, aku
menuruni anak tangga, memakai seragam SMA Blinta Pusaka, sekolahku.
“Pagi Ify sayang. Itu
kucing siapa?” sapa mama. Ia kaget melihatku membawa seekor kucing yang nampak
asing di rumahku ini.
“Pagi Ma… Kemarin malam
aku nemuin kucing ini tersesat. Trus aku ambil aja. Nanti juga sang pemilik
bakalan jemput Snowisty” jawabku sambil duduk di kursi. Snowisty tetap berada
di pangkuanku.
“Snowisty namanya? Udah
dikasi makan?” tanya mama.
“Iyap, ada nama
dikalungnya. Belum ma.”
“Bi… Ambilkan susu dan
cereal buat kucing ini ya” mama memanggil Bi Iyem.
“ Ayo, berangkat ma.
Udah siang nih…” Aku berdiri dan meletakkan Snowisty di kursi.
*skip*
Setelah
20 menit dalam perjalanan. Akhirnya gerbang SMA BP sudah ada dihadapanku. Aku
mencium punggung tangan mama dan melesat masuk sekolah. Di koridor sekolah,
banyak sapaan dari kaum adam. “Pagi Ify…” “Ify makin cantik aja nih…” dan
sebagainya. Aku hanya bisa tersenyum ramah menanggapi sapaan mereka.
Author
POV
“IFYYYYYY!!!!” Shilla,Via,
dan Agni kompak menyapa Ify ketika sudah berada di kelas XI IPA-3 dengan suara
lantang mereka.
“Apaan sih? Suara kalian
udah mirip toa tau gak” Ify terkekeh.
“Ada hot news soalnya Fy!”
celetuk Agni
“Iya, masih hangat,
actual, dan terpercaya!” timpal Via sambil melirik Shilla.
“Apaan sih? Cepetan kasi
tau gue! Penasaran nih!” Ify penasaran setengah mampus.
“Ada yang baru jadian
nih!” Agni melirik teman sebangkunya, Shilla. Nampak semburat merah menghiasi
pipinya.
“Lo jadian sama Kak
Iel, Shill?” Ify terlonjak kaget.
“Iya,hehe” nampak
Shilla semakin dibuat malu.
“Ada couple ada PJ
dong!!!” ucap Via bersemangat.
“Eh, udah dulu. Ada Bu
Mei nih!” Ify hanya tersenyum melihat salah satu sahabatku yang merah kayak
kepiting rebus.
@Kantin
Ify, Via, Shilla, dan
Agni memasuki mulut kantin SMA BP yang telah dihuni banyak siswa.
“Eh, kita duduk deket
kak Iel aja yuk” ucap Shilla.
“Ciiieeeeeee….” Ify,
Via, dan Agni kompak menggoda Shilla. Nampak pipinya memerah lagi. Sesampainya
kami di bangku yang tengah dihuni C.R.A.G (Cakka, Rio, Alvin, Gabriel alias
Iel)
“Eh Yel, pacar lo
datang tuh” ucap Rio sambil menyenggol siku Iel.
“Shilla..sini duduk
disamping aku” Iel menepuk bangku disampingnya pertanda mempersilahkan Shilla
duduk. Ify duduk disamping Shilla. Agni duduk didepan Cakka sedangkan Via duduk
di depan Alvin. Rico? Dia duduk di samping Alvin.
“Kak Yel, minta PJ
dong” Ify memelas.
“Masing-masing 5ribu
aja ya” Shilla terkekeh.
“Gak asyik lo” timpal
Agni.
“Khusus buat Agni biar
bang Cakka yang traktir” Cakka pun mengeluarkan gombalannya, Agni hanya
mendelik.
“Iyaiya, pesen deh apa
yang kalian mau. Nanti gue yang bayar” Iel akhirnya menyetujui.
“YES” serempak C.R.A
dan SIVA girang.
*to be continued