Gara-Gara Cemburu

Kamis, 24 Oktober 2013

Halo *lambai-lambai tangan ala MW* Hari ini aku mau tampilin cerpen super gaje! yaiyalah gaje, selesainya cuma 1 jam brohhhh! okelah, silahkan baca ya...


            Lelukan wajah tirus itu…
            Mata yang menatap dengan mata elang itu…
            Alis mata tebal yang menghiasi area matanya…
            Semua itu terasa sempurna untuk dipandang…
            “WOOOYY! Ngapain lo liatin gue gitu??!!” teriak seorang lelaki.
Nampak perempuan yang telah ketauan menatap lelaki tersebut gelagapan, ia mencari-cari alasan untuk mengelak.
            “Uhm… i.. itu ada upil lo mau keluar!” ia berlari secepat mungkin dari lelaki itu
            “ACHAAAA!!!! SIALAN LO! AWAS AJA LO!!!!” lelaki tersebut merasa dikibuli, ia keluar kelas untuk mengejar teman sekelasnya.
            “Sini aja kalo lo bisa nangkep gue, Rico jelek weelllkk…!” gadis bernama Acha itu menjulurkan lidahnya menantang Rico.
            Yah, mereka memang selalu dilingkari balutan canda tawa. Sosok Acha yang periang itu selalu membuat geram seorang Rico
***
            Malam minggu ini Acha menghabiskan waktunya di kamar. Berbaring di kasur yang empuk dan ditemani smartphonenya yang bermerk apel digigit. Ia tengah membuka situs jejaring sosial, twitter. Matanya berhenti pada satu obyek dilayar smartphonenya. Tweet dari salah satu teman sekelasnya
Rico @RicoNuraga 3m
Lo harusnya tau…
            Dengan antusias Acha me-RT : @Achalyssa: Gue udah tau gue itu cantik =)) “@RicoNuraga: Lo harusnya tau…”
            Sambil menunggu balasan mentionnya, Acha mulai nge-stalk akun twitter Rico. Ia kaget saat melihat tweet Rico dengan seorang perempuan lainnya: @RicoNuraga: Sama, gue juga kangen lo :* “@Sintaa09: Kangen berat!@Achalyssa:  ngen berat!juga kangen lo :* "lai nge-stalk akun twitter Rico. Ia kaget saat melihat tweet Rico dengan seorang pere
            Acha diam terpaku. Ia tak tau perasaannya saat ini. Cemburu? Jelas enggak, karna diantara mereka tidak ada hubungan yang special. Senang? Sangat tidak senang! Acha memiliki perasaan lebih ke Rico. Acha menghela nafas beratnya, berusaha melupakan perasaannya kini. Acha tak mau mengganggu hubungan Rico dengan pemilik akun twitter @Sintaa09 itu. Acha menutup jejaring sosial dan meletakkan HPnya di meja belajar. Metutup mata perlahan dan berdoa esok pagi lebih baik.
***
            Pagi ini, Acha melangkah gontai menyusuri koridor sekolahnya. Ia masih terbayang akan kejadian semalam.
Tiba-tiba ada yang mengagetkannya “WOY!”
            “RRIICOOOOO” latah Acha pun kambuh
            “Cieeeee… lo lagi mikirin gue ya?” Rico menaik-turunkan alisnya.
            “Diem lo!” Acha membentak Rico.
            Rico terdiam, tak biasanya Acha begini.

@Kelas XI-IPA1
Rico memandang Acha yang tengah membenamkan kepalanya dimeja. Rico mempunyai ide. Ia menghampiri dan duduk disamping Acha. “Acha sayaaangggg… pinjem PR MTK lo dong” dengan manjanya Rico memohon. Acha terbangun, ia menatap sejenak orang yang ada disamping kanannya itu. Ia mengambil sesuatu didalam tasnya. Sebuah buku persegi berwarna coklat ia sodorkan ke Rico tanpa mengatakan apapun. Lalu menatap kedepan mencari obyek apapun yang bisa diperhatikan. Ia tak mau menatap mata elang Rico. Alhasil, Rico pergi tanpa bicara apapun juga.

Rico P.O.V
            Pagi ini Acha tak seperti biasanya. Acha yang selalu periang, Acha yang selalu teriak-teriak gaje saat gue jailin, tak ada semua itu dipagi ini.
            Aku melihatnya sedang tidur (mungkin) dikelas. Lalu aku berniat meminjam PR MTK, modus sih. Aku menghampirinya, duduk disebelahnya.
            “Acha sayaaangggg… pinjem PR MTK lo dong” kataku.
Tiba-tiba Acha terbangun menatapku dengan kedua bola mata indahnya. Tapi tatapannya hampa, tak ada keriangan yang dulu. Ia merogoh sesuatu dalam tasnya dan memberikanku sebuah buku. Tanpa ada kata yang terucap dari bibirnya. “Huh… mungkin lagi PMS kali” pikirku. Lalu aku pergi meninggalkannya.
***
KRIIIINGGGGGG
Bel istirahat berbunyi. Sontak seluruh siswa penghuni SMA Bina Sastra bersorak senang. Segera berhamburan ke kantin. Tapi Acha tidak memiliki niat. Ia tetap menenggelamkan kepalanya dimeja. Putri, teman sebangku Acha mengajaknya ke kantin. Tapi Acha hanya menggeleng lemah. 10 menit kemudian, Acha merasakan ada sesuatu yang dingin menyentuh kulit lengannya. Ia terbangun, menoleh kesampingnya, ada Rico.
            “Halo cantik… lagi PMS ya? Nih, gue beliin KIRANT* buat lo” dia menyodorkan minuman perempuan(?). Sumpah, Rico dengan polosnya membeli minuman itu tanpa dibungkus plastic pula! Masih punyakah ia muka membawa minuman itu dari kantin ke kelas mereka? Entahlah…
            “Apa-apaan sih lo? GUE GAK PMS!!!” Acha membentak Rico.
            “Tuh, buktinya lo marah-marah gaje. Nih, gue bukain ya” Rico membukakan tutup botol minuman tersebut.
            “Lo budek ya? Udah gue bilang GAK ya ENGGAK!” kali ini Acha meninggikan intonasi suaranya. “Lo kasi aja @Sintaa09 biar gak marah liat lo sama gue berduaan!” Acha menambahkan caciannya. Rico terdiam. Mencerna kalimat-kalimat yang dilontarkan gadis manis itu. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Lalu pergi meninggalkan Acha.

Rico P.O.V
            Aku mendengar bunyi bel istirahat bagai bunyi alunan music surga. Baru aja aku mau ngajakin Acha ke kantin barengan, tapi dengan mendengarkan percakapan Putri dengan Acha aku mengurungkan niat itu. Aku berlari kecil menuju kantin. Aku membeli sebuah minuman wanita. “Berapa bu?” tanyaku pada pemilik stand minuman dikantin. Ibu tersebut mengerjitkan alisnya, menatapku aneh. “lima ribu dik” jawabnya. Aku memberikan uang tersebut lalu pergi.
            Sepanjang perjalanan, banyak menatapku dengan tatapan aneh. Aku melihat diriku, tidak ada yang aneh. Oh iya! Minuman kaum hawa itu lupa dimasukkan ke plastic. Plastic hitam tepatnya. Wajahku mulai memerah. Aku hanya berdoa sepanjang perjalanan, semoga saja pamor sebagai most wanted boy di sekolah ini tidak berkurang.
            Aku berjalan menghendap-hendap menuju tempat persemedian Acha(?) Ia masih sama dengan tadi. Aku menempelkan minuman itu ke tangannya. Ia menoleh kearahku.
            “Halo cantik… lagi PMS ya? Nih, gue beliin KIRANT* buat lo” dengan senyum merekah aku menyodorkan minuman itu.
            “Apa-apaan sih lo? GUE GAK PMS!!!” Acha membentakku.
            “Tuh, buktinya lo marah-marah gaje. Nih, gue bukain ya” Aku membukakan tutup botol minuman tersebut.
            “Lo budek ya? Udah gue bilang GAK ya ENGGAK!” kali ini Acha meninggikan intonasi suaranya. “Lo kasi aja @Sintaa09 biar gak marah liat lo sama gue berduaan!” Acha menambahkan caciannya. Aku terdiam. Mencerna kalimat-kalimat yang dilontarkan gadis manis itu. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Ternyata dia salah paham. Lalu pergi meninggalkan Acha.
***
            Acha sibuk melihat kiri dan kanan bergantian. “Duh… Pak Udin mana sih” gumam Acha sambil melihat arloji yang melilit di pergelangan tangannya.
“Tiin…” Suara motor dari belakang mengejutkan Acha.
“Sini, gue anter lo pulang” Rico menawarkan Acha dengan senyum manisnya.
“…” Acha tak merespon tawaran Rico.
Rico geram. Ia turun, lalu menaikkan Acha di ninjanya. Tak sempat Acha turun, Rico sudah dengan cepat menghidupkan mogenya dan melaju.
“Woy! Turunin gue! Berhentiin gak motor lo!” Acha memukul-mukul pundak Rico.
Rico hanya diam menahan tawanya. Dia mempercepat laju motornya. Sehingga Acha spontan memeluk Rico dari belakang.
Acha baru tersadar ketika jalur yang ditempuh Rico bukan jalur menuju rumahnya.
“Woy! Lo mau nyulik gue? Awas lo ya! Gue laporin ke Kak Seto!” Acha memaki-maki Rico.
“Kak Seto kan paman gue hahaah” kata Rico sekenanya.
Mereka berhenti disebuah rumah yang cukup besar.
“Yuk, turun!” Rico menarik tangan Acha.
“Lepasin!” Acha meronta sekuat tenaganya.
“Tenang aja, ini rumah gue. Gue gak apa-apain lo kok”

@Ruang Tamu Rumah Rico
“Lo duduk disini” Rico menunjukan sebuah sofa. Lalu menyusuri tangga.
Acha mengedarkan pandangannya ke setiap sudut rumah bergaya klasik itu. Ketika mendengarkan suara “tap..tap” Acha spontan menoleh kea rah tangga. Kini Rico telah menuruni tangga dengan seorang perempuan cantik.
“Hai, kamu Acha ya?” tanya perempuan cantik itu.
“Iya”
“Rico sering curhat tentang kamu loh” wanita cantik itu tersenyum melihat Acha yang kaget setengah mampus.
Acha melirik Rico yang sedang terkekeh. Ia menatap Rico dengan tatapan penuh arti ‘LO HARUS CERITA’
“Acha sayang, ini nih pemilik akun @Sintaa09” Rico memulai dengan tawanya.
“Iya, aku kakaknya Rico dari Bandung. Rico tadi udah ngejelasin semuanya. Jadi, jangan cemburu ya sama KA-KAK” perempuan cantik alias @Sintaa09 menjelaskan dengan penekanan di kata “KAKAK”
Acha sungguh malu. Itu terlihat dari pipinya yang mulai memerah. Rico menghampirinya dan membisikkan sesuatu tepat di telinga Acha “Kena lo!” Rico berlari keluar rumah dengan tawa yang menggelegar. “Riiiicccoooooooo!!!!” Acha berteriak histeris dan berlari menyusul Rico.

@Halaman Rumah Rico
Acha berhasil menangkap Rico. Acha mulai melayangkan cubitannya dipinggang Rico.

            “Hahaha ampun… haha” Rico memelas dengan tetap ketawa (ah?)
            “Jahat lo!” Acha berhenti melalakukan penganiayaan itu (nahlo?)
            Rico menatap gadis manis yang tengah merajuk. Rico memeluknya erat. Acha kaget setengah hidup. Mereka terdiam.
            “Acha Alyssa Sifyani, lo mau gak jadi Mrs.Nuraga?” ujar Rico lembut sambil mengelus puncak kepala Acha.
            “Ogah!” Acha mendorong tubuh Rico yang sedang memeluknya.
            Rico terkesiap.
            “Gue maunya jadi Nuraga’s girlfriend dulu, baru jadi Mrs.Nuraga” Acha terkekeh.
            “Ah, gue kan bilang Mrs.Nuraga biar romantic” Rico mengacak-acak rambut mantan temannya yang telah menjadi pacarnya itu. Lalu dengan gerakan secepat kilat, Rico mengecup pipi Acha dan berlari.
            “Dasaarrr RICO MESUMMM!!!!” Acha mengejar sang pacarnya itu.

0 komentar:

Posting Komentar