Halo *lambai-lambai tangan ala MW* Hari ini aku mau tampilin cerpen super gaje! yaiyalah gaje, selesainya cuma 1 jam brohhhh! okelah, silahkan baca ya...
Lelukan
wajah tirus itu…
Mata yang menatap dengan mata
elang itu…
Alis mata tebal yang menghiasi
area matanya…
Semua itu terasa sempurna
untuk dipandang…
“WOOOYY! Ngapain lo liatin gue
gitu??!!” teriak seorang lelaki.
Nampak perempuan yang telah ketauan menatap lelaki tersebut gelagapan, ia
mencari-cari alasan untuk mengelak.
“Uhm… i.. itu ada upil lo mau
keluar!” ia berlari secepat mungkin dari lelaki itu
“ACHAAAA!!!! SIALAN LO! AWAS
AJA LO!!!!” lelaki tersebut merasa dikibuli, ia keluar kelas untuk mengejar
teman sekelasnya.
“Sini aja kalo lo bisa nangkep
gue, Rico jelek weelllkk…!” gadis bernama Acha itu menjulurkan lidahnya
menantang Rico.
Yah, mereka memang selalu dilingkari
balutan canda tawa. Sosok Acha yang periang itu selalu membuat geram seorang
Rico
***
Malam minggu ini Acha menghabiskan
waktunya di kamar. Berbaring di kasur yang empuk dan ditemani smartphonenya
yang bermerk apel digigit. Ia tengah membuka situs jejaring sosial, twitter.
Matanya berhenti pada satu obyek dilayar smartphonenya. Tweet dari salah satu
teman sekelasnya
Lo harusnya tau…
Dengan antusias
Acha me-RT : @Achalyssa: Gue udah tau gue itu cantik =)) “@RicoNuraga: Lo
harusnya tau…”
Sambil menunggu
balasan mentionnya, Acha mulai nge-stalk akun twitter Rico. Ia kaget saat
melihat tweet Rico dengan seorang perempuan lainnya: @RicoNuraga: Sama, gue
juga kangen lo :* “@Sintaa09: Kangen berat!@Achalyssa: ngen
berat!juga kangen lo :* "lai nge-stalk akun twitter Rico. Ia kaget saat
melihat tweet Rico dengan seorang pere”
Acha diam
terpaku. Ia tak tau perasaannya saat ini. Cemburu? Jelas enggak, karna diantara
mereka tidak ada hubungan yang special. Senang? Sangat tidak senang! Acha
memiliki perasaan lebih ke Rico. Acha menghela nafas beratnya, berusaha
melupakan perasaannya kini. Acha tak mau mengganggu hubungan Rico dengan
pemilik akun twitter @Sintaa09 itu. Acha menutup jejaring sosial dan meletakkan
HPnya di meja belajar. Metutup mata perlahan dan berdoa esok pagi lebih baik.
***
Pagi ini, Acha
melangkah gontai menyusuri koridor sekolahnya. Ia masih terbayang akan kejadian
semalam.
Tiba-tiba ada yang mengagetkannya “WOY!”
“RRIICOOOOO” latah Acha pun
kambuh
“Cieeeee… lo lagi mikirin gue
ya?” Rico menaik-turunkan alisnya.
“Diem lo!” Acha membentak
Rico.
Rico terdiam, tak biasanya
Acha begini.
@Kelas XI-IPA1
Rico memandang Acha yang tengah membenamkan
kepalanya dimeja. Rico mempunyai ide. Ia menghampiri dan duduk disamping Acha. “Acha
sayaaangggg… pinjem PR MTK lo dong” dengan manjanya Rico memohon. Acha
terbangun, ia menatap sejenak orang yang ada disamping kanannya itu. Ia
mengambil sesuatu didalam tasnya. Sebuah buku persegi berwarna coklat ia
sodorkan ke Rico tanpa mengatakan apapun. Lalu menatap kedepan mencari obyek
apapun yang bisa diperhatikan. Ia tak mau menatap mata elang Rico. Alhasil,
Rico pergi tanpa bicara apapun juga.
Rico P.O.V
Pagi ini Acha
tak seperti biasanya. Acha yang selalu periang, Acha yang selalu teriak-teriak
gaje saat gue jailin, tak ada semua itu dipagi ini.
Aku melihatnya sedang tidur
(mungkin) dikelas. Lalu aku berniat meminjam PR MTK, modus sih. Aku
menghampirinya, duduk disebelahnya.
“Acha sayaaangggg… pinjem PR
MTK lo dong” kataku.
Tiba-tiba Acha terbangun menatapku dengan kedua bola mata indahnya. Tapi
tatapannya hampa, tak ada keriangan yang dulu. Ia merogoh sesuatu dalam tasnya
dan memberikanku sebuah buku. Tanpa ada kata yang terucap dari bibirnya. “Huh…
mungkin lagi PMS kali” pikirku. Lalu aku pergi meninggalkannya.
***
KRIIIINGGGGGG
Bel istirahat berbunyi. Sontak seluruh siswa penghuni SMA Bina Sastra bersorak
senang. Segera berhamburan ke kantin. Tapi Acha tidak memiliki niat. Ia tetap
menenggelamkan kepalanya dimeja. Putri, teman sebangku Acha mengajaknya ke
kantin. Tapi Acha hanya menggeleng lemah. 10 menit kemudian, Acha merasakan ada
sesuatu yang dingin menyentuh kulit lengannya. Ia terbangun, menoleh
kesampingnya, ada Rico.
“Halo cantik… lagi PMS ya? Nih,
gue beliin KIRANT* buat lo” dia menyodorkan minuman perempuan(?). Sumpah, Rico
dengan polosnya membeli minuman itu tanpa dibungkus plastic pula! Masih
punyakah ia muka membawa minuman itu dari kantin ke kelas mereka? Entahlah…
“Apa-apaan sih lo? GUE GAK
PMS!!!” Acha membentak Rico.
“Tuh, buktinya lo marah-marah
gaje. Nih, gue bukain ya” Rico membukakan tutup botol minuman tersebut.
“Lo budek ya? Udah gue bilang
GAK ya ENGGAK!” kali ini Acha meninggikan intonasi suaranya. “Lo kasi aja
@Sintaa09 biar gak marah liat lo sama gue berduaan!” Acha menambahkan
caciannya. Rico terdiam. Mencerna kalimat-kalimat yang dilontarkan gadis manis
itu. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Lalu pergi meninggalkan Acha.
Rico P.O.V
Aku
mendengar bunyi bel istirahat bagai bunyi alunan music surga. Baru aja aku mau
ngajakin Acha ke kantin barengan, tapi dengan mendengarkan percakapan Putri
dengan Acha aku mengurungkan niat itu. Aku berlari kecil menuju kantin. Aku
membeli sebuah minuman wanita. “Berapa bu?” tanyaku pada pemilik stand minuman
dikantin. Ibu tersebut mengerjitkan alisnya, menatapku aneh. “lima ribu dik”
jawabnya. Aku memberikan uang tersebut lalu pergi.
Sepanjang perjalanan, banyak
menatapku dengan tatapan aneh. Aku melihat diriku, tidak ada yang aneh. Oh iya!
Minuman kaum hawa itu lupa dimasukkan ke plastic. Plastic hitam tepatnya.
Wajahku mulai memerah. Aku hanya berdoa sepanjang perjalanan, semoga saja pamor
sebagai most wanted boy di sekolah ini tidak berkurang.
Aku berjalan menghendap-hendap
menuju tempat persemedian Acha(?) Ia masih sama dengan tadi. Aku menempelkan
minuman itu ke tangannya. Ia menoleh kearahku.
“Halo cantik… lagi PMS ya? Nih,
gue beliin KIRANT* buat lo” dengan senyum merekah aku menyodorkan minuman itu.
“Apa-apaan
sih lo? GUE GAK PMS!!!” Acha membentakku.
“Tuh, buktinya lo marah-marah
gaje. Nih, gue bukain ya” Aku membukakan tutup botol minuman tersebut.
“Lo budek ya? Udah gue bilang
GAK ya ENGGAK!” kali ini Acha meninggikan intonasi suaranya. “Lo kasi aja
@Sintaa09 biar gak marah liat lo sama gue berduaan!” Acha menambahkan
caciannya. Aku terdiam. Mencerna kalimat-kalimat yang dilontarkan gadis manis
itu. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Ternyata dia salah paham. Lalu pergi
meninggalkan Acha.
***
Acha sibuk
melihat kiri dan kanan bergantian. “Duh… Pak Udin mana sih” gumam Acha sambil
melihat arloji yang melilit di pergelangan tangannya.
“Tiin…” Suara motor dari belakang mengejutkan
Acha.
“Sini, gue anter lo pulang” Rico menawarkan Acha dengan senyum manisnya.
“…” Acha tak merespon tawaran Rico.
Rico geram. Ia turun, lalu menaikkan Acha di ninjanya. Tak sempat Acha turun,
Rico sudah dengan cepat menghidupkan mogenya dan melaju.
“Woy! Turunin gue! Berhentiin gak motor lo!” Acha memukul-mukul pundak Rico.
Rico hanya diam menahan tawanya. Dia mempercepat laju motornya. Sehingga Acha
spontan memeluk Rico dari belakang.
Acha baru tersadar ketika jalur yang ditempuh
Rico bukan jalur menuju rumahnya.
“Woy! Lo mau nyulik gue? Awas lo ya! Gue
laporin ke Kak Seto!” Acha memaki-maki Rico.
“Kak Seto kan paman gue hahaah” kata Rico sekenanya.
Mereka berhenti disebuah rumah yang cukup
besar.
“Yuk, turun!” Rico menarik tangan Acha.
“Lepasin!” Acha meronta sekuat tenaganya.
“Tenang aja, ini rumah gue. Gue gak apa-apain lo kok”
@Ruang Tamu Rumah Rico
“Lo duduk disini” Rico menunjukan sebuah sofa.
Lalu menyusuri tangga.
Acha mengedarkan pandangannya ke setiap sudut
rumah bergaya klasik itu. Ketika mendengarkan suara “tap..tap” Acha spontan
menoleh kea rah tangga. Kini Rico telah menuruni tangga dengan seorang
perempuan cantik.
“Hai, kamu Acha ya?” tanya perempuan cantik
itu.
“Iya”
“Rico sering curhat tentang kamu loh” wanita cantik itu tersenyum melihat Acha
yang kaget setengah mampus.
Acha melirik Rico yang sedang terkekeh. Ia menatap Rico dengan tatapan penuh
arti ‘LO HARUS CERITA’
“Acha sayang, ini nih pemilik akun @Sintaa09” Rico memulai dengan tawanya.
“Iya, aku kakaknya Rico dari Bandung. Rico tadi udah ngejelasin semuanya. Jadi,
jangan cemburu ya sama KA-KAK” perempuan cantik alias @Sintaa09 menjelaskan
dengan penekanan di kata “KAKAK”
Acha sungguh malu. Itu terlihat dari pipinya
yang mulai memerah. Rico menghampirinya dan membisikkan sesuatu tepat di
telinga Acha “Kena lo!” Rico berlari keluar rumah dengan tawa yang menggelegar.
“Riiiicccoooooooo!!!!” Acha berteriak histeris dan berlari menyusul Rico.
@Halaman Rumah Rico
Acha berhasil menangkap Rico. Acha mulai melayangkan cubitannya
dipinggang Rico.
“Hahaha ampun…
haha” Rico memelas dengan tetap ketawa (ah?)
“Jahat lo!” Acha berhenti
melalakukan penganiayaan itu (nahlo?)
Rico menatap gadis manis yang
tengah merajuk. Rico memeluknya erat. Acha kaget setengah hidup. Mereka
terdiam.
“Acha Alyssa Sifyani, lo mau
gak jadi Mrs.Nuraga?” ujar Rico lembut sambil mengelus puncak kepala Acha.
“Ogah!” Acha mendorong tubuh
Rico yang sedang memeluknya.
Rico terkesiap.
“Gue maunya jadi Nuraga’s girlfriend
dulu, baru jadi Mrs.Nuraga” Acha terkekeh.
“Ah, gue kan bilang Mrs.Nuraga
biar romantic” Rico mengacak-acak rambut mantan temannya yang telah menjadi pacarnya
itu. Lalu dengan gerakan secepat kilat, Rico mengecup pipi Acha dan berlari.
“Dasaarrr RICO MESUMMM!!!!”
Acha mengejar sang pacarnya itu.