I feel the emptiness everytime before I met you
But now, I wake up with passion just to see you
No morning I passed without catching your glimpse in my peripherals
Am I too crazy about you being my new obsession now?
You're like heaven in every fairytales
You're Prince Charming, and I'll be your Frog.
Xoxo
Prince Charming
Rabu, 11 November 2015
Hallo! Wie geht es dir?
Sabtu, 10 Oktober 2015
Hey hey!!! Udah lama banget nih ngga nge-blog 😂 kalian nanya alasannya? Hmmm...
1. Udah kelas 3 SMA
2. Banyak tugas
3. Ga ada ide
4. Males
5. Males
6. Males
7. Dst
Nah, jadi kesimpulannya emang gue males buka blog lagi #hajar wahahah 😂 Abis, gue bingung mau nulis apa. Kalo masalah #cerbung Dandelion Delia, gue masih mikir-mikir kelanjutannya kayak apa. Enaknya gimana ya? :p
So guys, gue ngomong random aja di postingan kali ini yah #maafkansaya.
Jadi gue lagi belajar bahasa Jerman, baru level dasar sih tapi ya lumayan buat basa-basi sama bule Jerman <--- #kepengencowobule 😂😂😂 alasan pertama buat belajar bahasa Jerman gara-gara sertifikatnya. So? Ya jadi, kalo gue udh dapet sertifikat, barangkali bisa gue cantumkan di jalur SNMPTN 2016 ini. Coba-coba berhadiah laah ceritanya.
Ohya, rencananya gue mau bikin review novel terjemahan nih. Genrenya sih kebanyakan yang YA (Young Adult), Romance, Sci-Fic, sampai yang Adult WAHAHAHA. Novel pertama yang gue nau review itu Hush, Hush. Yang setuju siapa hayo?? Comment ya kalo setuju😉
Hmm well, apa lagi ya? Gue bingung mau ngomong apa-_- yaudah deh, sampe di sini dulu aja kali ya. Tunggu postingan gue selanjutnya ;) Auf Wiedersehen!
#FYI gue nge-blog lewat hp, so sorry kalau tulisan berantakan😙
MADYAPADMA JOURNALISTIC PARK
Kamis, 14 Agustus 2014
Madyapadma? Ada yang gak tau apa itu Madyapadma? Oh come on! Sebuah ekskul yang keren itu lho! Penyabet piala dan medali lomba ternama. Ekskul jurnalistik yang selama setahun belakangan dan kedepannya aku ikuti ^^
Banyak banget yang kalian ketahui tentang Madyapadma pada halaman pencarian di Google. Dan tentunya membaca semua itu pasti perlu menahan nafas lantaran kagum, percaya deh! Kenapa perlu percaya aku? Karna aku merasakannya...
Aku diterima di Trisma gak gampang. Banyak banget cobaannya. Masih inget dimana aku duduk sendirian dibangku kelas tanpa ada sosialisasi sama teman. Masih inget dimana aku seperti memakai kostum yang salah disebuah pesta, dipandang aneh. Tapi sekarang I FEEL FREE!!! *eh
I FEEL FREE-nya bukan kayak selebritas yang lagi tenar itu ding. Semenjak bergabung di Madyapadma terjadi perubahan yang aku alami. Aku dapat menjadi diriku sendiri. Pengurus Madyapadma menyambut hangat keikutsertaanku menjadi anggota Madyapadma. Kakak-kakak pengurusnya yang keren, kocak dan rasa persaudaraanya menambah kenyamananku di Trisma. Apalagi banyaknya ilmu pengetahuan dalam dunia jurnalistik yang diberikan Kak Ananta, sebagai tutor dan pembina di ekskul ini.
Pada awal-awal aku menjadi anggota Madyapadma, kita angkatan 37 Trisma mendapatkan tugas untuk menyelenggarakan acara tersohor Presslist yang ke 4! Walaupun angkatan 37 bukan panitia inti, tapi rasa bangga menjadi salah satu faktor berjalannya acara Presslist dilangsungkan dengan lancar sudah lebih dari cukup.
Ada dimana aku selama setahun merasa masa-masa kewalahan dengan tugas, pelatihan sampai dengan Presslist ke 5 dilangsungkan pada bulan Mei lalu. Tapi semua itu terbayar kok. Kita dilatih untuk menjadi terbiasa membuat hal-hal yang menantang. Dilatih untuk persiapan keperguruan tinggi. Di Madyapadma enggak selalu belajar, belajar dan belajar. Kita juga bisa refreshing dengan adanya selingingan game yang mampu melepas penat.
Madyapadma yang memiliki banyak anggota berbakat disegala bidang, enggak membuat aku minder, malahan menjadi termotivasi untuk menjadi lebih baik. Banyaknya bidang yang digeluti Madyapadma seperti perfiliman, radio, sampai riset ilmiah justru itu membuat Madyapadma memiliki warna serta kesan beda dibanding ekskul lainnya. Madyapadma juga pernah menerbitkan sejumlah buku, bisa dilihat disini
Banyak suka cita yang aku alami di Madyapadma. Madyapadma seperti rengkuhan hangat yang dapat membuatmu aman dan nyaman didalamnya. Madyapadma seperti bagian dari diriku. Madyapadma seperti uluran tangan yang membantuku bangkit. The place for everything, and everything in Madyapadma.
![]() |
| Presslist 4 angkatan 35, 36, dan 37 |
![]() |
| Presslist 5 angkatan 36 & 37 |
Dandelion Delia #2
Jumat, 09 Mei 2014
Sebuah awal dia menatap.
Sebuah awal dia tersenyum.
Sebuah awal mereka memulai.
"Apa sih?" Delia menatap Bella tak senang, merasa terganggu.
Delia kembali mengenang kejadian tadi pagi dikoridor kelasnya. Rasanya seperti disurga ketika Percy memanggil namanya dan tersenyum pula! Senyumnya mengembang Apa ini awal untuk kita, Tuhan?
Jantung Delia berdegup cepat, ditariknya lengan Bella tanpa persetujuan terlebih dahulu. Bella yang tak tahu menau hanya mengikuti perlakuan Delia. 2 meter dari tempat Percy, Delia memperlambat langkahnya. Telapak tangan Delia sudah mulai berkeringat, gugup. 1 meter, Delia hampir mati menahan nafas. 0,5 meter, mata Percy menangkap sosok mungil Delia tetapi hanya sesaat, kemudian matanya berpaling lagi kearah teman-temannya. Delia dan Bella sudah melewati Percy dkk, hati Delia mencelos. Bukannya dia ngeliat gue? Percy ngeliat gue kan? Kenapa tanpa sapaan? Minimal senyuman? langkahnya terhenti, begitu juga dengan Bella. Kebingungan Bella bertambah sewaktu melihat wajah kaku Delia. Kenapa lagi ni anak? tanyanya dalam hati.Delia menempelkan tangannya didada kiri. Apa tadi pagi itu hanya khayalan? Apa dia memang ngga mau kenal gue? Tuhan, ini bukan awal tapi khayal.
Dandelion Delia #1
Kamis, 08 Mei 2014
Dia menguping. Mendengar alunan nada indah.
Dia bersembunyi. Menghindar agar tak terlihat objek yang ia pandangi.
Delia sudah hampir satu jam mengintip dibalik jendela ruang musik sekolahnya. Dia tidak sedang melakukan misi, seperti detektif Conan. Dia tidak sedang mengintai barang berharga untuk dicuri. Dia hanya melihat cowok itu. Melihat secara diam-diam tentunya. Cowok yang akhir-akhir ini menghantui pikiran dan mimpinya. Pierce Sebastian, atau yang sering disapa Percy adalah cowok yang sekarang menjadi objek penglihatan mata Delia. Delia yang sudah jatuh cinta sebulan yang lalu ketika melihat Percy bermain piano saat pentas seni sekolahnya, nekat untuk mengintip Percy latihan setiap hari Selasa.
Belum bosan dengan keterpanaannya, Delia gelagapan ketika melihat badan tinggi Percy beranjak meninggalkan ruang musik. Dengan langkah tersandung, Delia bersembunyi dibalik lorong antara kelas dan ruang musik. Telinga Delia dapat mendengar bunyi pintu yang tertutup dan disusul suara langkah kaki yang menjauh. Delia menempelkan telapak tangan kanan didada sebelah kirinya. "Hhft.." desah Delia ketika merasakan debaran jantungnya yang telah kembali normal.
Is That True?
Senin, 05 Mei 2014
Diluar perkenalan, tanpa sapaan
Kita pernah bersama
Tanpa hubungan, disatu ruangan, menghirup udara yang sama
Kita berdekatan
Menghabiskan waktu berjarak langkah kaki
Aku menangkap jelas kemana matamu melihat
Aku merasakan getaran suaramu saat berusaha menyebut namaku
Aku memperhatikan tingkahmu saat kita berdekatan
Aku menikmati bahu kita yang tak sengaja bergesekan
Aku melihat bagaimana kulitmu bereaksi ketika temanmu menggodamu
Aku tidak tahu apa itu semua nyata
Aku tidak tahu apa yang aku rasakan sama seperti yang kau kehendaki
Aku tidak tahu apa itu yang dinamakan khayalan
Aku tidak tahu seberapa besar rasa imajinasiku
Aku tidak tahu cara membedakan fakta dan khayalan
Aku tidak tahu mengapa imajinasi ini begitu liar
Aku tidak tahu seberapa besar rasa percaya diriku
Benarkah matamu sering mencari keberadaanku?
Benarkah kamu gugup saat memanggilku?
Benarkah kamu sebegitu bodohnya untuk menormalkan tingkahmu?
Benarkah gesekan bahu kita itu secara tidak sengaja?
Apa itu keadilan?
Selasa, 22 April 2014
You hate you get
Nah, bagaimana jika sesuatu yang kita benci itu malah menjadi salah satu kewajiban kita? Sungguh menyebalkan, bukan? Salah satu temanku pernah berkata "Belum tentu yang kita enggak suka akan berdampak buruk bagi kita. Contohnya obat. Jika obat itu dapat menyembuhkan penyakitmu, se-pahit apapun itu akan berguna untukmu"
Jawaban yang bijak itu belum dapat merubah pikiranku tentang sesuatu yang aku benci. Apa kamu bertanya apa sih yang sebenarnya aku benci? Jika iya, sulit untukku mengemukakannya. Sesuatu itu sangat bertolak belakang dengan watakku. Sesuatu itu mengganggu ketenangan, merusak mood, membuat kepala seakan terpecah. Argghhhh!!!!! Mendeskripsikannya pun sudah membuat jari-jariku hampir menjebol keyboard laptopku.
Kamis, 05 Desember 2013
would you?
Because of Snowisty
Minggu, 17 November 2013
“Bibi …! Tolong ambilkan aku handuk kecil !” pintaku pada Bi Iyem. Tak lama kemudian Bi Iyem datang kekamarku membawakan sehelai handuk.
Gara-Gara Cemburu
Kamis, 24 Oktober 2013
Mata yang menatap dengan mata elang itu…
Alis mata tebal yang menghiasi area matanya…
Semua itu terasa sempurna untuk dipandang…
Nampak perempuan yang telah ketauan menatap lelaki tersebut gelagapan, ia mencari-cari alasan untuk mengelak.
“Uhm… i.. itu ada upil lo mau keluar!” ia berlari secepat mungkin dari lelaki itu
“ACHAAAA!!!! SIALAN LO! AWAS AJA LO!!!!” lelaki tersebut merasa dikibuli, ia keluar kelas untuk mengejar teman sekelasnya.
“Sini aja kalo lo bisa nangkep gue, Rico jelek weelllkk…!” gadis bernama Acha itu menjulurkan lidahnya menantang Rico.
“RRIICOOOOO” latah Acha pun kambuh
“Cieeeee… lo lagi mikirin gue ya?” Rico menaik-turunkan alisnya.
“Diem lo!” Acha membentak Rico.
Rico terdiam, tak biasanya Acha begini.
Aku melihatnya sedang tidur (mungkin) dikelas. Lalu aku berniat meminjam PR MTK, modus sih. Aku menghampirinya, duduk disebelahnya.
“Acha sayaaangggg… pinjem PR MTK lo dong” kataku.
Tiba-tiba Acha terbangun menatapku dengan kedua bola mata indahnya. Tapi tatapannya hampa, tak ada keriangan yang dulu. Ia merogoh sesuatu dalam tasnya dan memberikanku sebuah buku. Tanpa ada kata yang terucap dari bibirnya. “Huh… mungkin lagi PMS kali” pikirku. Lalu aku pergi meninggalkannya.
Bel istirahat berbunyi. Sontak seluruh siswa penghuni SMA Bina Sastra bersorak senang. Segera berhamburan ke kantin. Tapi Acha tidak memiliki niat. Ia tetap menenggelamkan kepalanya dimeja. Putri, teman sebangku Acha mengajaknya ke kantin. Tapi Acha hanya menggeleng lemah. 10 menit kemudian, Acha merasakan ada sesuatu yang dingin menyentuh kulit lengannya. Ia terbangun, menoleh kesampingnya, ada Rico.
“Halo cantik… lagi PMS ya? Nih, gue beliin KIRANT* buat lo” dia menyodorkan minuman perempuan(?). Sumpah, Rico dengan polosnya membeli minuman itu tanpa dibungkus plastic pula! Masih punyakah ia muka membawa minuman itu dari kantin ke kelas mereka? Entahlah…
“Apa-apaan sih lo? GUE GAK PMS!!!” Acha membentak Rico.
“Tuh, buktinya lo marah-marah gaje. Nih, gue bukain ya” Rico membukakan tutup botol minuman tersebut.
“Lo budek ya? Udah gue bilang GAK ya ENGGAK!” kali ini Acha meninggikan intonasi suaranya. “Lo kasi aja @Sintaa09 biar gak marah liat lo sama gue berduaan!” Acha menambahkan caciannya. Rico terdiam. Mencerna kalimat-kalimat yang dilontarkan gadis manis itu. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Lalu pergi meninggalkan Acha.
Sepanjang perjalanan, banyak menatapku dengan tatapan aneh. Aku melihat diriku, tidak ada yang aneh. Oh iya! Minuman kaum hawa itu lupa dimasukkan ke plastic. Plastic hitam tepatnya. Wajahku mulai memerah. Aku hanya berdoa sepanjang perjalanan, semoga saja pamor sebagai most wanted boy di sekolah ini tidak berkurang.
Aku berjalan menghendap-hendap menuju tempat persemedian Acha(?) Ia masih sama dengan tadi. Aku menempelkan minuman itu ke tangannya. Ia menoleh kearahku.
“Halo cantik… lagi PMS ya? Nih, gue beliin KIRANT* buat lo” dengan senyum merekah aku menyodorkan minuman itu.
“Apa-apaan sih lo? GUE GAK PMS!!!” Acha membentakku.
“Tuh, buktinya lo marah-marah gaje. Nih, gue bukain ya” Aku membukakan tutup botol minuman tersebut.
“Lo budek ya? Udah gue bilang GAK ya ENGGAK!” kali ini Acha meninggikan intonasi suaranya. “Lo kasi aja @Sintaa09 biar gak marah liat lo sama gue berduaan!” Acha menambahkan caciannya. Aku terdiam. Mencerna kalimat-kalimat yang dilontarkan gadis manis itu. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Ternyata dia salah paham. Lalu pergi meninggalkan Acha.
“Sini, gue anter lo pulang” Rico menawarkan Acha dengan senyum manisnya.
“…” Acha tak merespon tawaran Rico.
Rico geram. Ia turun, lalu menaikkan Acha di ninjanya. Tak sempat Acha turun, Rico sudah dengan cepat menghidupkan mogenya dan melaju.
“Woy! Turunin gue! Berhentiin gak motor lo!” Acha memukul-mukul pundak Rico.
Rico hanya diam menahan tawanya. Dia mempercepat laju motornya. Sehingga Acha spontan memeluk Rico dari belakang.
“Kak Seto kan paman gue hahaah” kata Rico sekenanya.
“Yuk, turun!” Rico menarik tangan Acha.
“Lepasin!” Acha meronta sekuat tenaganya.
“Tenang aja, ini rumah gue. Gue gak apa-apain lo kok”
“Iya”
“Rico sering curhat tentang kamu loh” wanita cantik itu tersenyum melihat Acha yang kaget setengah mampus.
Acha melirik Rico yang sedang terkekeh. Ia menatap Rico dengan tatapan penuh arti ‘LO HARUS CERITA’
“Acha sayang, ini nih pemilik akun @Sintaa09” Rico memulai dengan tawanya.
“Iya, aku kakaknya Rico dari Bandung. Rico tadi udah ngejelasin semuanya. Jadi, jangan cemburu ya sama KA-KAK” perempuan cantik alias @Sintaa09 menjelaskan dengan penekanan di kata “KAKAK”
“Jahat lo!” Acha berhenti melalakukan penganiayaan itu (nahlo?)
Rico menatap gadis manis yang tengah merajuk. Rico memeluknya erat. Acha kaget setengah hidup. Mereka terdiam.
“Acha Alyssa Sifyani, lo mau gak jadi Mrs.Nuraga?” ujar Rico lembut sambil mengelus puncak kepala Acha.
“Ogah!” Acha mendorong tubuh Rico yang sedang memeluknya.
Rico terkesiap.
“Gue maunya jadi Nuraga’s girlfriend dulu, baru jadi Mrs.Nuraga” Acha terkekeh.
“Ah, gue kan bilang Mrs.Nuraga biar romantic” Rico mengacak-acak rambut mantan temannya yang telah menjadi pacarnya itu. Lalu dengan gerakan secepat kilat, Rico mengecup pipi Acha dan berlari.
“Dasaarrr RICO MESUMMM!!!!” Acha mengejar sang pacarnya itu.
My Dream
yah, ini sih blog ke-3. Tapi, karna ke-2 blog tersebut telah dilahap waktu ya kita tinggalkan sajalah.
hmm... untuk merayakan hari lahirnya blog ini, aku bakal nge-post sebuah cerpen. ini cerpen udah pernah masuk koran wiyata mandala, tapi aku post aja deh...
cekidot...
Tiba-tiba suara jam weker berbentuk gitar itu membangunkanku. Aarghh,tenyata hanya mimpi.Mengapa aku bisa memimpikan Dika,cowok paling populer disekolah, menembakku? Itu mustahil !!! Oh iya, jam berapa ini? Jam 06.30 !!! Aku kesiangan!!! Segera aku mandi dan mempersiapkan diriku untuk pergi kesekolah,dengan motor skuter berwarna putih,aku menuju Friendship Elementary School. Aku memang tidak pantas untuk bersekolah di SMA itu, aku bagaikan rumput liar diantara bunga-bunga yang cantik.Kalau tidak mengandalkan beasiswa, aku tidak akan dapat bersekolah disana.
“hey Ashley,aku Dika.Masihkah kau ingat aku?Sedang apa?”
Dika??? Dari mana ia tahu nomerku??? Mana mungkin aku bisa melupakannya!!! Kembali aku sadar akan status sosial antara kita, aku harus tahu diri, bagaikan langit dan bumi. Aku akan mencoba untuk tak mengharapkannya lagi.
Kulihat ia menelpon seseorang, sepertinya ia menyuruh orang itu mengurus mobilnya dijalan. Di perjalanan, hanya langkah kaki kami saja yang bersuara. “Ash..” katanya lirih, hamper tidak terdengar. “Apa..?” “Kenapa akhir-akhir ini kamu menghindar dariku?” “Ehm.. mungkin hanya perasaanmu saja” dustaku kepadanya. “Tidak. Aku yakin ini bukan perasaanku. Apa aku melakukan kesalahan?” jawabannya sambil menatapku. Aku hanya terdiam dan menundukkan kepalaku. “Baiklah jika kamu tidak ingin menjawab. Tapi kamu harus tau, bahwa aku cinta kamu Ash..” Deeg.. ! Serasa darah ini berhenti mengalir, detak jantungku mendadak terhambat sesuatu. ‘Aku juga cinta kamu’ jawabku dalam hati. “Apa kamu tidak mencintaiku? Jawab Ashley..” tanyanya lalu memegang tanganku. Tatapanku menuju pada tanah yang kupijaki ini. “Aku juga mencintaimu, Dika” dengan susah payah aku menjawab pertanyaannya itu. Dika nampaknya tersenyum lega.
Sejak hari,menit,detik itu menjadi hari yang sangat membahagiakan. Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan…

